POLA HIDUP SEHAT DAN TAMENG TENTANG PENGERTIAN VIRUS CORONA.
Pengertian Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat adalah upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup yang sulit untuk dijalani. Namun sebenarnya, ada banyak cara yang mudah dilakukan untuk menjaga diri kita tetap sehat.
Menjalani pola hidup sehat bisa dilakukan semenjak kita beranjak dari tempat tidur pada pagi hari. Minum cukup cairan, sarapan, hingga melakukan olahraga adalah aktivitas-aktivitas menyehatkan yang sebenarnya tak sulit untuk dilakukan.
Kita hanya perlu menjadikannya sebagai kebiasaan sebelum menikmati manfaatnya kelak. Maka dari itu, yuk kita bahas satu persatu aktivitas untuk menunjang pola hidup sehat di pagi hari.
Di bawah ini ada beberapa tips pola hidup sehat yang mudah dilakukan dan pastinya akan membantu kamu untuk menjadi lebih sehat.
1. Pola Hidup Sehat Dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi
Makanan adalah salah satu faktor utama dalam hidup sehat. Kamu dapat mengganti makananmu dengan mengonsumsi makanan yang penuh gizi seperti rendah gula, kaya serat, dan banyak vitamin. Makanan penih gizi akan sangat membantu untuk menjadikan tubuh kamu lebih sehat. Hindari makanan berlemak dan makanan yang mengandung pengawet karena hal tersebut dapat berbahaya bagi tubuh.
Perbanyaklah sayur dan buah, baiknya kamu mengonsumsi lima sampai enam porsi setiap harinya. Jika merasa terlalu banyak, kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi satu porsi setiap hari, lalu dalam waktu seminggu kamu tambah lagi satu porsi. Kamu dapat mengolahnya menjadi smoothies dengan mencampurkan beberapa jenis buah dan sayur. Kamu juga dapat menyulapnya menjadi healthy bowl dengan menambahakn topping potongan buah atau biji-bijian ke dalam healthy bowlbuatanmu.
2. Perbanyak Olahraga
Rutin berolahraga bukan hanya bagian pola hidup sehat dari orang yang memiliki usia muda. Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan. Berapapun usiamu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik. Banyak orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang melelahkan, maka tidak heran apabila saat ini semakin banyak orang yang malas untuk berolahraga.
Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Olahraga juga dapat membantu kita untuk menjalani pola hidup sehat. Bila kamu tidak terbiasa berolahraga, kamu dapat memulainya dengan olahraga kecil seperti melakukan pemanasan di pagi hari setelah bangun tidur atau berlari-lari kecil mengelilingi rumah. Kamu juga bisa menggunakan hobimu sebagai olahraga mingguan yang asyik. Contohnya aerobik, zumba, futsal, basket, bersepeda, berenang, tenis meja, dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat kamu lakukan bersama keluarga dan kerabat agar terasa lebih menyenangkan.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundationmerekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, seperti kanker dan jantung.
Memiliki waktu tidur yang kurang juga setara dengan mengonsumsi racun atau menjalani pola makan yang buruk. Oleh karena itu, sesibuk apapun kamu, usahakan untuk selalu beristirahat dan tidur dengan cukup.
Namun jangan salah, tidur berlebihan juga tidak baik dan tentunya merugikan. Menurut studi, tertidur lebih dari delapan jam secara konsisten dapat menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.
Selain menjaga tubuh agar tetap bugar, tidur dapat membantu kamu untuk membentuk tubuh yang proporsional. Tidur dalam posisi yang baik juga dapat merangsang kreativitas dan meningkatkan ingatan. Maka aturlah jam tidur kamu agar bisa mendapatkan tidur yang efektif dan hidup sehat.
4. Perbanyak Minum Air Putih Dan Gosok Gigi Secara Teratur
Banyak orang mengabaikan kesehatan mulut mereka. Biasanya hal ini baru diperhatikan apabila mereka mengalami sakit gigi atau bau tidak sedap di mulut. Padahal kesehatan mulut sangat berkaitan erat dengan kebugaran tubuh kita. Mengapa? Karena mulut adalah tempat dimana bakteri mudah berkembang biak karena kondisinya yang lembab. Jadi apabila bakteri pada mulut dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Maka, jagalah kebersihan mulut dengan baik. Perbanyak minum air putih untuk memancing produksi air liur yang banyak. Selain itu, gosoklah gigi secara teratur terutama setelah makan dan sebelum tidur, dan rajinlah berkumur. Dua kegiatan ini adalah kegiatan yang kita lakukan setiap hari dan tidak memerlukan waktu banyak.
5. Berpikir Positif
Secara psikologi berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad, maupun keyakinan diri sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal baik yang menjadi sistem berpikir.
Para peneliti telah menemukan manfaat dari berpikir positif untuk kesehatan. Salah satu manfaat berpikir positif adalah membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Berpikir positif tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, tetapi juga dapat menunjukkan pengaruh kondisi seseorang secara keseluruhan sehingga mampu memperpanjang usia.
Seseorang dengan pemikiran yang positif akan lebih merasa bahagia dan hal ini dapat memicu kamu untuk menjadi orang yang lebih produktif.
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkangangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS).
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
Batuk
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.
Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara) untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Infeksi sekunder pada organ lain
Acute cardiac injury
Kematian
Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
Segera periksakan diri ke rumah sakit. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Hal-hal yang harus dan jangan dilakukan semua orang ,untuk menghindari atau mencegah terjadinya Virus Corona:
1. Harus Dilakukan: Cuci Tangan
Cucilah tangan setidaknya selama 20 detik, beberapa kali sehari. Gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen. Ini waktu yang tepat mencuci tangan, yaitu:
Sebelum memasak atau makan;
Setelah menggunakan kamar mandi;
Setelah menutup hidung saat batuk, atau bersin.
2. Jangan Dilakukan: Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut
Untuk mencegah virus corona, jangan sekali-kali menyentuh mata, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor. Ingat, penularan virus corona bisa terjadi ketika tangan menyentuh barang yang terkontaminasi virus, dan kemudian menyentuh mata atau wajah.
3. Harus Dilakukan: Kenali Gejalanya
Gejala penyakit COVID-19 boleh dibilang hampir serupa dengan flu. Oleh sebab itu, kenali gejalanya agar tidak keliru. Lalu, apa saja gejala COVID-19? Nah, berikut ini gejalanya menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19):
Demam (87,9 persen);
Batuk kering (67,7 persen);
Kelelahan (38 persen);
Produksi dahak (33,4 persen);
Sesak napas (18,6 persen);
Sakit tenggorokan ( 13,9 persen);
Sakit kepala (13,6 persen);
Hidung tersumbat (4,8 persen).
4. Jangan Dilakukan: Mengenakan Masker Bila Sehat
Menteri Kesehatan RI, WHO, dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memiliki satu suara tentang penggunaan masker. Semua sepakat bahwa masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit. Masker ini bisa membantu mereka untuk melindungi orang lain dari sebaran virus.
CDC mengatakan, orang sehat di AS dilarang memakai masker. Alasannya, masker tidak melindungi mereka dari virus jenis terbaru. Menurut US Surgeon General (ahli bedah), masker yang tidak dipakai dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi.
Ingat, saat ini permintaan masker di Indonesia, bahkan seluruh dunia sangat tinggi. Oleh sebab itu, berikanlah masker pada orang yang benar-benar membutuhkannya, seperti orang yang sakit atau petugas medis yang merawat pasien virus corona.
5. Harus Dilakukan: Jauhi Tempat Keramaian
Petimbangkanlah untuk mengambil langkah pencegahan ekstra. Contohnya, hindari tempat keramaian bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset dari pemerintah Tiongkok, lansia dan pengidap penyakit kronis, memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.
Baca juga: Ini Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan untuk Virus Corona
6. Jangan Dilakukan: Bepergian saat Sakit
Untuk mencegah penyebaran virus corona, sebaiknya jangan bepergian bila sakit, demam, atau mengalami gejala-gejala COVID-19. Bila dirimu sedang sakit saat berada dalam penerbangan, segera beritahu kru pesawat. Setelah tiba di tempat tujuan, temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
7. Harus Dilakukan: Hindari Negara Terdampak
Pertimbangkan kembali, atau jangan melakukan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak virus corona. Saat ini penyebaran COVID-19 telah mencapai lebih dari 70 negara. CDC menyarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Tiongkok dan Korea Selatan.
Terutama untuk orang-orang dalam kelompok yang berisiko tinggi (lansia dan pengidap penyakit kronis), tundalah perjalanan ke Italia, Jepang, dan negara lainnya yang terdampak.
8. Jangan Dilakukan: Panik
Pemerintah Indonesia lewat presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat agar tetap waspada, tenang, bukan panik dalam menghadapi virus corona. Ambilah tindakan pencegahan yang tepat seperti hal-hal di atas. Kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter atau profesional lainnya melalui sambungan telepon yang disediakan oleh pemerintah. Berikut hotline COVID-19 yang disediakan oleh pemerintah, yaitu:
119
9. Harus Dilakukan: Persiapan Obat dan Disinfektan
Pastikan kamu memiliki persediaan obat-obatan dan disinfektan di rumah. Bila anggota keluarga ada yang sakit, berilah obat pereda gejala yang dijual bebas, kemudian segera temui dokter di rumah sakit. Disinfektan bertujuan untuk membersihkan permukaan benda yang terkontaminasi virus dari orang sakit.
Menurut riset, virus corona terbaru atau SARS-CoV-2 bisa bertahan di permukaan benda, selama beberapa jam hingga hitungan hari. Bersihkan benda-benda yang rawan dihinggapi virus secara teratur. Misalnya gagang pintung, ponsel pintar, pegangan tangga, hingga telepon.
Baca Juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?
POLA HIDUP SEHAT.
Pengertian Pola Hidup Sehat
Pola hidup sehat adalah upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup yang sulit untuk dijalani. Namun sebenarnya, ada banyak cara yang mudah dilakukan untuk menjaga diri kita tetap sehat.
Menjalani pola hidup sehat bisa dilakukan semenjak kita beranjak dari tempat tidur pada pagi hari. Minum cukup cairan, sarapan, hingga melakukan olahraga adalah aktivitas-aktivitas menyehatkan yang sebenarnya tak sulit untuk dilakukan.
Kita hanya perlu menjadikannya sebagai kebiasaan sebelum menikmati manfaatnya kelak. Maka dari itu, yuk kita bahas satu persatu aktivitas untuk menunjang pola hidup sehat di pagi hari.
Di bawah ini ada beberapa tips pola hidup sehat yang mudah dilakukan dan pastinya akan membantu kamu untuk menjadi lebih sehat.
1. Pola Hidup Sehat Dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi
Makanan adalah salah satu faktor utama dalam hidup sehat. Kamu dapat mengganti makananmu dengan mengonsumsi makanan yang penuh gizi seperti rendah gula, kaya serat, dan banyak vitamin. Makanan penih gizi akan sangat membantu untuk menjadikan tubuh kamu lebih sehat. Hindari makanan berlemak dan makanan yang mengandung pengawet karena hal tersebut dapat berbahaya bagi tubuh.
Perbanyaklah sayur dan buah, baiknya kamu mengonsumsi lima sampai enam porsi setiap harinya. Jika merasa terlalu banyak, kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi satu porsi setiap hari, lalu dalam waktu seminggu kamu tambah lagi satu porsi. Kamu dapat mengolahnya menjadi smoothies dengan mencampurkan beberapa jenis buah dan sayur. Kamu juga dapat menyulapnya menjadi healthy bowl dengan menambahakn topping potongan buah atau biji-bijian ke dalam healthy bowlbuatanmu.
2. Perbanyak Olahraga
Rutin berolahraga bukan hanya bagian pola hidup sehat dari orang yang memiliki usia muda. Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan. Berapapun usiamu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik. Banyak orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang melelahkan, maka tidak heran apabila saat ini semakin banyak orang yang malas untuk berolahraga.
Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Olahraga juga dapat membantu kita untuk menjalani pola hidup sehat. Bila kamu tidak terbiasa berolahraga, kamu dapat memulainya dengan olahraga kecil seperti melakukan pemanasan di pagi hari setelah bangun tidur atau berlari-lari kecil mengelilingi rumah. Kamu juga bisa menggunakan hobimu sebagai olahraga mingguan yang asyik. Contohnya aerobik, zumba, futsal, basket, bersepeda, berenang, tenis meja, dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat kamu lakukan bersama keluarga dan kerabat agar terasa lebih menyenangkan.
3. Istirahat Yang Cukup
Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundationmerekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, seperti kanker dan jantung.
Memiliki waktu tidur yang kurang juga setara dengan mengonsumsi racun atau menjalani pola makan yang buruk. Oleh karena itu, sesibuk apapun kamu, usahakan untuk selalu beristirahat dan tidur dengan cukup.
Namun jangan salah, tidur berlebihan juga tidak baik dan tentunya merugikan. Menurut studi, tertidur lebih dari delapan jam secara konsisten dapat menurunkan tingkat konsentrasi seseorang.
Selain menjaga tubuh agar tetap bugar, tidur dapat membantu kamu untuk membentuk tubuh yang proporsional. Tidur dalam posisi yang baik juga dapat merangsang kreativitas dan meningkatkan ingatan. Maka aturlah jam tidur kamu agar bisa mendapatkan tidur yang efektif dan hidup sehat.
4. Perbanyak Minum Air Putih Dan Gosok Gigi Secara Teratur
Banyak orang mengabaikan kesehatan mulut mereka. Biasanya hal ini baru diperhatikan apabila mereka mengalami sakit gigi atau bau tidak sedap di mulut. Padahal kesehatan mulut sangat berkaitan erat dengan kebugaran tubuh kita. Mengapa? Karena mulut adalah tempat dimana bakteri mudah berkembang biak karena kondisinya yang lembab. Jadi apabila bakteri pada mulut dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Maka, jagalah kebersihan mulut dengan baik. Perbanyak minum air putih untuk memancing produksi air liur yang banyak. Selain itu, gosoklah gigi secara teratur terutama setelah makan dan sebelum tidur, dan rajinlah berkumur. Dua kegiatan ini adalah kegiatan yang kita lakukan setiap hari dan tidak memerlukan waktu banyak.
5. Berpikir Positif
Secara psikologi berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad, maupun keyakinan diri sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal baik yang menjadi sistem berpikir.
Para peneliti telah menemukan manfaat dari berpikir positif untuk kesehatan. Salah satu manfaat berpikir positif adalah membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Berpikir positif tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat, tetapi juga dapat menunjukkan pengaruh kondisi seseorang secara keseluruhan sehingga mampu memperpanjang usia.
Seseorang dengan pemikiran yang positif akan lebih merasa bahagia dan hal ini dapat memicu kamu untuk menjadi orang yang lebih produktif.
TAMENG TENTANG PENGERTIAN VIRUS CORONA.
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan.Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkangangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS).
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
Batuk
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.
Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara) untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Infeksi sekunder pada organ lain
Acute cardiac injury
Kematian
Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
Segera periksakan diri ke rumah sakit. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Hal-hal yang harus dan jangan dilakukan semua orang ,untuk menghindari atau mencegah terjadinya Virus Corona:
1. Harus Dilakukan: Cuci Tangan
Cucilah tangan setidaknya selama 20 detik, beberapa kali sehari. Gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya 60 persen. Ini waktu yang tepat mencuci tangan, yaitu:
Sebelum memasak atau makan;
Setelah menggunakan kamar mandi;
Setelah menutup hidung saat batuk, atau bersin.
2. Jangan Dilakukan: Menyentuh Mata, Hidung, dan Mulut
Untuk mencegah virus corona, jangan sekali-kali menyentuh mata, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor. Ingat, penularan virus corona bisa terjadi ketika tangan menyentuh barang yang terkontaminasi virus, dan kemudian menyentuh mata atau wajah.
3. Harus Dilakukan: Kenali Gejalanya
Gejala penyakit COVID-19 boleh dibilang hampir serupa dengan flu. Oleh sebab itu, kenali gejalanya agar tidak keliru. Lalu, apa saja gejala COVID-19? Nah, berikut ini gejalanya menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19):
Demam (87,9 persen);
Batuk kering (67,7 persen);
Kelelahan (38 persen);
Produksi dahak (33,4 persen);
Sesak napas (18,6 persen);
Sakit tenggorokan ( 13,9 persen);
Sakit kepala (13,6 persen);
Hidung tersumbat (4,8 persen).
4. Jangan Dilakukan: Mengenakan Masker Bila Sehat
Menteri Kesehatan RI, WHO, dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memiliki satu suara tentang penggunaan masker. Semua sepakat bahwa masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit. Masker ini bisa membantu mereka untuk melindungi orang lain dari sebaran virus.
CDC mengatakan, orang sehat di AS dilarang memakai masker. Alasannya, masker tidak melindungi mereka dari virus jenis terbaru. Menurut US Surgeon General (ahli bedah), masker yang tidak dipakai dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi.
Ingat, saat ini permintaan masker di Indonesia, bahkan seluruh dunia sangat tinggi. Oleh sebab itu, berikanlah masker pada orang yang benar-benar membutuhkannya, seperti orang yang sakit atau petugas medis yang merawat pasien virus corona.
5. Harus Dilakukan: Jauhi Tempat Keramaian
Petimbangkanlah untuk mengambil langkah pencegahan ekstra. Contohnya, hindari tempat keramaian bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset dari pemerintah Tiongkok, lansia dan pengidap penyakit kronis, memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.
Baca juga: Ini Daftar 132 Rumah Sakit Rujukan untuk Virus Corona
6. Jangan Dilakukan: Bepergian saat Sakit
Untuk mencegah penyebaran virus corona, sebaiknya jangan bepergian bila sakit, demam, atau mengalami gejala-gejala COVID-19. Bila dirimu sedang sakit saat berada dalam penerbangan, segera beritahu kru pesawat. Setelah tiba di tempat tujuan, temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
7. Harus Dilakukan: Hindari Negara Terdampak
Pertimbangkan kembali, atau jangan melakukan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak virus corona. Saat ini penyebaran COVID-19 telah mencapai lebih dari 70 negara. CDC menyarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Tiongkok dan Korea Selatan.
Terutama untuk orang-orang dalam kelompok yang berisiko tinggi (lansia dan pengidap penyakit kronis), tundalah perjalanan ke Italia, Jepang, dan negara lainnya yang terdampak.
8. Jangan Dilakukan: Panik
Pemerintah Indonesia lewat presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat agar tetap waspada, tenang, bukan panik dalam menghadapi virus corona. Ambilah tindakan pencegahan yang tepat seperti hal-hal di atas. Kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter atau profesional lainnya melalui sambungan telepon yang disediakan oleh pemerintah. Berikut hotline COVID-19 yang disediakan oleh pemerintah, yaitu:
119
9. Harus Dilakukan: Persiapan Obat dan Disinfektan
Pastikan kamu memiliki persediaan obat-obatan dan disinfektan di rumah. Bila anggota keluarga ada yang sakit, berilah obat pereda gejala yang dijual bebas, kemudian segera temui dokter di rumah sakit. Disinfektan bertujuan untuk membersihkan permukaan benda yang terkontaminasi virus dari orang sakit.
Menurut riset, virus corona terbaru atau SARS-CoV-2 bisa bertahan di permukaan benda, selama beberapa jam hingga hitungan hari. Bersihkan benda-benda yang rawan dihinggapi virus secara teratur. Misalnya gagang pintung, ponsel pintar, pegangan tangga, hingga telepon.
Baca Juga: Cegah COVID-19, Orang Sehat Tidak Perlu Pakai Masker?
Harus dan Jangan Dilakukan saat Sakit
1. Harus Dilakukan: Segera Temui Dokter
Segeralah temui dokter bila mengalami demam, batuk, sesak napas, dan gejala-gejala COVID-19 lainnya. Gunakanlah masker untuk meminimalkan risiko penyebaran virus ke orang lain, saat pergi ke klinik atau rumah sakit.
2. Jangan Dilakukan: Keluar Rumah
Jangan sekali-kali keluar rumah dalam keadaan sakit, kecuali untuk menemui dokter. Jika kamu pergi keluar dalam keadaan sakit, hindarilah transportasi umum untuk mencegah penyebaran virus.
3. Harus Dilakukan: Pelajari Etika Batuk yang Benar
Ketika batuk atau bersin, tutuplah mulut dan hidung menggunakan lekukan siku atau tisu. Kemudian, buanglah tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup.
4. Jangan Dilakukan: Berkumpul dengan Keluarga atau Teman
Sebisa mungkin tundalah acara atau kegiatan lainnya yang sudah direncanakan. Singkat kata, jangan bepergian atau berkumpul dengan teman atau keluarga, bila dirimu dalam keadaan sakit. Apalagi bila sakitnya menunjukkan gejala-gejala COVID-19. Cobalah untuk tetap di kamar dan gunakan kamar mandi terpisah bila memungkinkan.
Hindari juga bermain dengan hewan peliharaan. Beberapa waktu lalu, dikabarkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke hewan (anjing) di Hong Kong. Namun, ahli di CDC mengatakan mereka tidak mengetahui pasti apakah hewan peliharaan bisa tertular virus corona.
5. Harus Dilakukan: Kenakan Masker
Jika kamu sedang sakit, wajib untuk memakai masker. Pastikan kamu mengenakan masker dengan benar. Penggunaan masker bagi orang sakit bisa meminimalkan risiko penyebaran virus bagi orang lain di sekitarnya.
6. Jangan Dilakukan: Minum Antibiotik
Harus dan Jangan Dilakukan saat Sakit:
1. Harus Dilakukan: Segera Temui Dokter
Segeralah temui dokter bila mengalami demam, batuk, sesak napas, dan gejala-gejala COVID-19 lainnya. Gunakanlah masker untuk meminimalkan risiko penyebaran virus ke orang lain, saat pergi ke klinik atau rumah sakit.
2. Jangan Dilakukan: Keluar Rumah
Jangan sekali-kali keluar rumah dalam keadaan sakit, kecuali untuk menemui dokter. Jika kamu pergi keluar dalam keadaan sakit, hindarilah transportasi umum untuk mencegah penyebaran virus.
3. Harus Dilakukan: Pelajari Etika Batuk yang Benar
Ketika batuk atau bersin, tutuplah mulut dan hidung menggunakan lekukan siku atau tisu. Kemudian, buanglah tisu tersebut ke tempat sampah yang tertutup.
4. Jangan Dilakukan: Berkumpul dengan Keluarga atau Teman
Sebisa mungkin tundalah acara atau kegiatan lainnya yang sudah direncanakan. Singkat kata, jangan bepergian atau berkumpul dengan teman atau keluarga, bila dirimu dalam keadaan sakit. Apalagi bila sakitnya menunjukkan gejala-gejala COVID-19. Cobalah untuk tetap di kamar dan gunakan kamar mandi terpisah bila memungkinkan.
Hindari juga bermain dengan hewan peliharaan. Beberapa waktu lalu, dikabarkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke hewan (anjing) di Hong Kong. Namun, ahli di CDC mengatakan mereka tidak mengetahui pasti apakah hewan peliharaan bisa tertular virus corona.
5. Harus Dilakukan: Kenakan Masker
Jika kamu sedang sakit, wajib untuk memakai masker. Pastikan kamu mengenakan masker dengan benar. Penggunaan masker bagi orang sakit bisa meminimalkan risiko penyebaran virus bagi orang lain di sekitarnya.
6. Jangan Dilakukan: Minum Antibiotik
Jangan mengonsumsi antibiotik bila keluhannya mengarah pada COVID-19. Ingat, antibiotik hanya bekerja pada penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan COVID-19 disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2.


Komentar
Posting Komentar